Profil dan Sejarah Kota Depok

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by vortex on Sun Nov 02 2008, 00:10



Selamat Datang Di Kota DEPOK...

Nama Resmi
Kota Depok

Ibukota
Depok

Provinsi
Jawa Barat

Batas Wilayah
Utara: DKI Jakarta dan Kabupaten Tangerang
Selatan: Kabupaten Bogor
Barat: Kabupaten Bogor
Timur: Kabupaten Bogor


Luas Wilayah
20.029 Ha


VISI KOTA DEPOK
Menuju Kota Depok yang Melayani Dan Mensejahterakan

MISI KOTA DEPOK
  1. Mewujudkan Pelayanan yang Ramah, Cepat dan Transparan.
  2. Membangun dan Mengelola Sarana dan Prasarana Infrastruktur yang Cukup, Baik dan Merata
  3. Mengembangkan Perekonomian Masyarakat, Dunia Usaha, dan Keuangan Daerah
  4. Meningkatkan Kualitas Keluarga, Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat yang Berlandaskan Nilai-nilai Agama


ARTI LOGO

Lambang Kota Depok berbentuk perisai lima sisi dengan warna dasar biru yang melambangkan tameng dan banteng yang mampu mengayomi, memberikan rasa aman dan tentram lahir batin bagi masyarakat Depok. Serta melambangkan ketahanan pisik dan mental masyarakatnya dalam menghadapi segala gangguan, halangan, dan tantangan yang datang dari luar Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Kelima sisi tersebut melambangkan fungsi/peran yang diemban Pemerintah Kota Depok yaitu sebagai :
1. Kota Pemukiman
2. Kota Pendidikan
3. Pusat Perdagangan dan Jasa
4. Kota Wisata
5. Kota Resapan air

Didalamnya terdapat gambar-gambar, warna, dan bentuk, serta bagian atas terdapat tulisan berwarna hitam “KOTA DEPOK” dan dibagian bawah terdapat tulisan putih “PARICARA DARMA” yang berarti Pemerintah Kota Depok sebagai abdi masyarakat dan abdi Negara senantiasa mengutamakan kebaikan, kebenaran dan keadilan. Pada bagian depan terdapat gambar kujang dengan posisi tegak, merupakan senjata atau alat kerja masyarakat Jawa Barat. Kujang dianggap manifestasi satria Padjadjaran yang identik dengan nilai-nilai kejuangan Pahlawan Depok. Jadi Kujang melambangkan Masyarakat Depok yang memiliki sifat tak gentar dalam menegakkan kebenaran dan rela berkorban.

Pada gambar kujang terdapat dua buah lubang dengan lengkung luar sebanyak tujuh buah dan tangkai gagang berlekuk empat, dan dikelilingi sembilan rangkaian padi dan bunga kapas, yang artinya Kota Depok dilahirkan pada tanggal 27 April 1999. Padi dan kapas melambangkan cita-cita pemerintah dan masyarakat Kota Depok untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran. Dibawah gambar kujang terdapat gambar mata pena dan buku terbuka yang melambangkan Kota Depok sebagai Kota Pendidikan.

Pendopo merupakan symbol Pusat Pemerintahan Kota Depok dalam melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Gedung melambangkan Kota Depok sebagai Kota Pemukiman, sebagai pusat perdagangan dan jasa

Tumpukan batu bata membentuk rangkaian kesatuan yang menggambarkan dinamika masyarakat dalam melaksanakan pembangunan disegala bidang.

Gelombang air menggambarkan aliran sungai yang mengalir diwilayah Kota Depok yang melambangkan kesuburan dan menunjukkan Depok sebagai kota resapan air.

Warna Kuning emas melambangkan kemuliaan, Merah bata melambangkan keberanian, Putih melambangkan kesucian. Hijau adalah harapan masa depan serta daerah yang subur. Hitam melambangkan keteguhan. Dan biru melambangkan keluasan wawasan dan kejernihan pikiran




Depok bermula dari sebuah Kecamatan yang berada dalam lingkungan Kewedanaan (Pembantu Bupati) Wilayah Parung Kabupaten Bogor, kemudian pada Tahun 1976 Perumahan mulai dibangun baik oleh Perum Perumnas maupun Pengembang yang kemudian diikuti dengan dibangunnya kampus Universitas Indonesia (UI), serta meningkatnya perdagangan dan jasa, yang semakin pesat, sehingga diperlukan kecepatan pelayanan.

Pada Tahun 1981 pemerintah membentuk Kota Administratif Depok berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1981 yang peresmiannya di selenggarakan pada tanggal 18 Maret 1982 oleh Menteri Dalam Negeri (H. Amir Machmud) yang terdiri dari 3 (tiga) kecamatan dan 17 (tujuh belas) desa.

Selama Kurun waktu 17 Tahun Kota Administratif Depok berkembang dengan pesat baik di bidang pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan, Khususnya bidang pemerintah semua desa berubah menjadi kelurahan dan adanya pemekaran kelurahan, sehingga pada akhirnya Depok terdiri dari 3 (tiga) kecamatan dan 23 (dua puluh tiga) kelurahan. Dengan semakin pesatnya perkembangan dan tuntutan aspirasi masyarakat yang semakin mendesak agar Kota Administratif Depok ditingkatkan menjadi Kotamadya dengan harapan pelayanan menjadi maksimum. Disisi lain Pemerintah Kabupaten Bogor bersama-sama Pemerintah Propinsi Jawa Barat memperhatikan perkembangan tersebut dan mengusulkannya kepada Pemerintah Pusat dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 1999, tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok, yang ditetapkan pada tanggal 20 April 1999, dan diresmikan pada tanggal 27 April 1999 berbarengan dengan pelantikan Pejabat Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Depok yang dipercayakan kepada Drs. H. Badrul Kamal yang pada waktu itu menjabat sebagai Walikota Kota Administratif Depok.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 1999 Wilayah Kota Depok meliputi wilayah Kota administratif Depok, terdiri dari 3 (tiga) kecamatan sebagaimana tersebut diatas ditambah dengan sebagian wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor Yaitu :
  1. Kecamatan Cimanggis, yang terdiri dari 1 (satu) Kelurahan dan 12 (dua belas) Desa yaitu Kelurahan Cilangkap, Desa Pasir Gunung Selatan, Desa Tugu, Desa Mekarsari, Desa Cisalak Pasar, Desa Curug, Desa Hajarmukti, Desa Sukatani, Desa Sukamaju Baru, Desa Jatijajar, Desa Tapos, Desa Cimpaeun, Desa Luwinanggung.
  2. Kecamatan Sawangan, yang terdiri dari 14 (empat belas) Desa yaitu Desa Sawangan, Desa Sawangan Baru, Desa Cinangka, Desa Kedaung, Desa Serua, Desa Pondok Petir, Desa Curug, Desa Bojongsari, Desa Bojongsari Baru, Desa Duren Seribu, Desa Duren Mekar, Desa Pengasinan, Desa Bedahan, Desa Pasir Putih.
  3. Kecamatan Limo yang terdiri dari 8 (delapan) Desa yaitu Desa Limo, Desa Meruyung, Desa Cinere, Desa Gandul, Desa Pangkalan Jati, Desa Pangklan Jati Baru, Desa Krukut, Desa Grogol.
  4. Dan ditambah 5 (lima) Desa dari Kecamatan Bojong Gede yaitu Desa Cipayung, Desa Cipayung Jaya, Desa Ratu Jaya, Desa Pondok Terong, Desa Pondok Jaya.


Kota Depok selain merupakan Pusat Pemerintah yang berbatasan langsung dengan Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, juga merupakan wilayah peyangga Ibu Kota Negara yang diarahkan untuk Kota pemukiman, kota pendidikan, pusat pelayanan perdagangan dan jasa Kota pariwisata dan sebagai Kota resapan air.

Gambar Peta Wilayah Kota Depok dan Batas Wilayah
avatar
vortex
Sekretaris Wagub
Sekretaris Wagub

Male Jumlah posting : 2912
Age : 66
Lokasi : Lab. Santet
Reputasi : 0
Nilai : 3514
Registration date : 15.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by vortex on Sun Nov 02 2008, 00:48

KECAMATAN DI KOTA DEPOK


Kecamatan Limo



Alamat Kantor Kecamatan
Jalan Raya Limo Depok Telp. (021) 6546982
Kecamatan Limo berada di bagian selatan Kota Depok dengan luas wilayah 27,24 Km2 dan berada ± 200 m di atas permukaan laut. Sejumlah ± 86.094 jiwa penduduknya tersebar di 8 kelurahan:
  1. Kelurahan Meruyung
  2. Kelurahan Grogol
  3. Kelurahan Limo
  4. Kelurahan Cinere
  5. Kelurahan Gandul
  6. Kelurahan Pangkalan Jati Lama
  7. Kelurahan Krukut

Perekonomian
Mata pencaharian warga masyarakat cukup beragam, terutama di bidang jasa, perdagangan, angkutan dan industri. Untuk komoditi potensial di daerah ini terdapat beberapa home industri serta dalam bidang agro bisnis terdapat pohon pisang sebagai bahan baku kertas untuk mencetak uang. Pusat perdagangan di daerah Cinere yaitu Mall Cinere, Pasar Cinere dan Pasar Gandul serta pertokoan yang tersebar di setiap pelosok kecamatan ini.

Sarana Prasarana
  1. Pendidikan
    Di kecamatan ini terdapat 26 TK, 23 SDN, 8 SLTP, 6 SMU, 15 buah MI, 4 MTs , 4 Ponpes dan 1 Perguruan Tinggi yaitu UPN serta 1 Akademi Teknologi Mesin.
  2. Rekreasi
    Taman rekreasi Rawa Kalong
  3. Taman Rekreasi Padang Golf Pangkalan Jati
  4. Juga terdapat 6 restoran bertaraf nasional dan internasional.
  5. Transportasi
    Terdapat fasilitas angutan seperti metro mini dan angkutan umum yang melayani penumpang ke berbagai jurusan. Sampai saat ini belum terdapat terminal maupun sub terminal di wilayah Limo.
  6. Olahraga
    Terdapat GOR yang terkenal yaitu GOR Kaliki Jaya di Jalan Raya Gandul dan GOR Andara di Jalan Andara. Selain itu terdapat lapangan golf bertaraf internasional di Kel. Pangkalan Jati.
  7. Kesehatan
    Terdapat RSU Cinere, 1 buah puskesmas dan 3 buah puskesmaspembantu serta beberapa balai pengobatan.
  8. Seni Budaya
    Berbagai lembaga dan grup kesenian terdapat di Limo, diantaranya Grup Lenong Citra Famili dan Grup Wayang Betwai Panca Karya.





Kecamatan Sawangan



Alamat Kantor Kecamatan
Jalan Mukhtar Sawangan No.91 Depok Telp. (021) 618177
Kecamatan dengan luas wilayah 8.437 Ha dan jumlah penduduk 119.945 jiwa ini baru sebagian wilayahnya (4.660 Ha) yang telah tergarap. Wilayahnya terdiri dari 14 kelurahan yaitu:
  1. Kelurahan Sawangan
  2. Kelurahan Sawangan Baru
  3. Kelurahan Pasir Putih
  4. Kelurahan Bedahan
  5. Kelurahan Pengasinan
  6. Kelurahan Duren Seribu
  7. Kelurahan Curug
  8. Kelurahan Bojong Sari
  9. Kelurahan Cinangka
  10. Kelurahan Serua
  11. Kelurahan Pondok Petir
  12. Kelurahan Duren Mekar
  13. Kelurahan Bojong Sari
  14. Kelurahan Kedaung

Terdapat juga 3 buah situ : Situ Sawangan Bojong Sari, Situ Curug dan Situ Pengasinan

Perekonomian
Mata pencaharian masyarakatnya cukup beragam mulai dari buruh sekitar 9.877 orang, pedagang 1.656 orang, PNS 1.345 orang, TNI 2.575 orang, petani 8.605 orang dan di bidang jasa sekitar 2.836 orang. Pusat perdagangan terletak di Kelurahan Pondok Petir yaitu Pasar Reni Jaya, selain 5 swalayan yang tersebar di beberapa kelurahan.

Sarana Prasarana
  1. Pendidikan
    Terdapat 21 buah TK, 50 SD , 15 buah SLTP, 7 buah SMU, 6 buah SMK, 31 MI, 15 MTs dan 4 buah MA juga ada 8 buah pondok pesantren.
  2. Rekreasi
    Ada 2 tempat rekreasi di wilayah Kec. Sawangan yaitu : Taman rekreasi Permata Buana dan Taman Rekreasi Aquatic Telaga Golf Sawangan.
  3. Penginapan
    Hanya ada satu hotel di kawasan ini yaitu Hotel Pondok Sawangan.
  4. Kesehatan
    Layanan kesehatan dipenuhi oleh 4 buah puskesmas, 5 puskesmas pembantu dan 6 klinik swasta.
  5. Transportasi
    Sarana angkutan umum yang tersedia, yaitu di Jalan Raya Muhtar Sawangan (Jurusan Sawangan ke Kota Depok, Anglot D.03). Di Jalan Raya Bojong Sari dilayani oleh Bus Pusaka, Bus Perdana, Bus Putra Jaya, Bus Parung Indah, Angkot 106 dan 29.





Kecamatan Pancoran Mas



Alamat Kantor Kecamatan
Jalan Kartini No.9 Depok Telp. (021) 77200537
Jumlah penduduk di kecamatan ini sebanyak ± 181.078 jiwa terdiri dari 89.802 laki-laki dan 91.276 perempuan, yang tersebar pada 11 kelurahan yaitu :
  1. Kelurahan Depok
  2. Kelurahan Depok Jaya
  3. Kelurahan Pancoran Mas
  4. Kelurahan Mampang
  5. Kelurahan Cipayung
  6. Kelurahan Cipayung Jaya
  7. Kelurahan Rangkapan Jaya
  8. Kelurahan Rangkapan Jaya Baru
  9. Kelurahan Bojong Pondok Terong
  10. Kelurahan Ratu Jaya
  11. Kelurahan Pondok Jaya

Luas wilyahnya mencapai 1.969,57 Ha dengan ketinggian antara 65-72 m di atas permukaan laut dengan topografi relatif datar.

Perekonomian
Ada beberapa badan usaha di wilayah ini seperti PDAM, PT. Telkom, 6 Bank, 52 Wartel, 27 Kiospon dan 138 buah telepon umum. Terdapat 4 pabrik pengolahan pangan seperti : pabrik roti, gilingan padi, pabrik tempe, pabrik tahu yang seluruhnya 40 pabrik yang letaknya tersebar. Selain itu terdapat 179 industri perabot rumah tangga dan juga industri konveksi.

Sarana Prasarana
  1. Pendidikan: Di kecamatan ini terdapat 37 TK, 56 SDN, 12 SD Swasta, 2 SLTPN, 37 SLTP Swasta, 1 SMUN, 11 SMU Swasta, 13 SMK/SMEA, 6 STM dan 1 SMIP Negeri.Sementara yang dikelola Departemen Agama : 32 RA, 36 TPA, 29 MI, 7 MTs, 5 MA, 5 Pesantren dan 4 Perguruan Tinggi.
  2. Rekreasi
    Sementara masih terbatas pada beberapa tempat pemancingan umum seperti : Pemancingan Telaga Subur, Pemancingan Rangkapanjaya dan Pemancingan Rajaba.
  3. Transportasi
    Hampir 90 % wilayah Kec. Pancoran Mas setiap harinya dilayani oleh angkutan umum . Stasiun KA juga terdapat di daerah ini yaitu Stasiun Depok Lama dan Stasiun Citayem. Selain itu satu-satunya terminal bis terpadu di Kota Depok terdapat di Pancoran Mas.
  4. Olahraga
    Untuk fasilitas olah raga terdapat 14 lapangan sepak bola, 46 lapangan bola voli, 21 lapangan bulu tangkis, 3 lapangan senam kebugaran, 1 stadion mini dan 2 buah sarana tenis lapangan.
  5. Kesehatan
    terdapat 3 RS Swasta, 4 Puskesmas, 1 Puskesmas Pembantu dan beberapa poliklinik serta RS Bersalin.
  6. Seni Budaya
    Telah tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga kesenian seperti yang dikelola oleh W.S. Rendra dan Lembaga Kesenian Ayodya Pala





Kecamatan Beji



Alamat Kantor Kecamatan
Jl. Depok Indah II No. 1 Depok Telp. (021) 7520233
Kecamatan Beji merupakan salah satu dari 6 kecamatan di Kota Depok, sebelum Kota Depok berdiri Beji merupakan salah satu dari 34 kecamatan di Kabupaten Bogor. Dilihat dari topografinya wilayah Kec.Beji dapat dikategorikan sebagai daerah datar dengan ketinggian dari permukaan laut berkisar antara 27,5 m - 91 m dengan kemiringan rata-rata 0,83o. Terdiri dari 6 kelurahan yaitu :

1. Kelurahan Beji
2. Kelurahan Beji Timur
3. Kelurahan Kukusan
4. Kelurahan Pondok Cina
5. Kelurahan Kemiri Muka, dan
6. Kelurahan Tanah Baru.

Luas Kec.Beji ± 1.631 Ha, termasuk di dalamnya yang dipergunakan oleh Universitas Indonesia seluas 1.360 Ha. Penduduk berjumlah ± 88.987 jiwa terdiri dari 46.426 laki-laki dan 42.561 perempuan. Mayoritas penduduk beragama Islam (86 %) Perekonomian Dahulu mayoritas penduduk bekerja sebagai petani.

Dengan adanya Kampus UI menyebabkan perubahan lahan pertanian menjadi perumahan / rumah-rumah kos mahasiswa. Namun demikian masih banyak penduduk asli yang bertahan mencari nafkah dengan memanfaatkan sisa lahan pertanian yang ada. Di wilayah Kec. Beji terdapat berbagai pusat perdagangan yang cukup lengkap, diantaranya Mall Depok, Hero, Ramanda dan Pasar Kemiri Muka.

Sarana Prasarana
  1. Sarana Ibadah
    Terdapat 46 Masjid, 96 Mushola, 32 Majelis Ta’lim dan 4 Gereja.
  2. Sarana Kesehatan
    Terdapat 4 Puskesmas Pembantu, 3 Rumah Sakit Bersalin 5 Apotek dan 63 Posyandu
  3. Sarana Pendidikan
    Terdapat 25 SDN, 3 SD Swasta, 1 SLTPN, 9 SLTP Swasta, 3 MTs, 7 SMU Swasta, 18 TK dan 1 Perguruan Tinggi Swasta, 1 Perguruan Tinggi Negeri
  4. Sarana Pariwisata
    Cukup banyak investor yang menanamkan modalnya dalam bidang perhotelan. Salah satu hotel yang bertaraf internasional adalah Hotel Bumi Wiyata.
  5. Sarana Transportasi
    Kec. Beji terletak di jantung Kota Depok dan memiliki sarana transportasi yang sangat lengkap dilalui oleh jalur angkutan umum, termasuk dua buah stasiun kereta api yaitu Stasiun Pondok Cina dan Stasiun UI.
  6. Sarana Seni Budaya
    Dipengaruhi oleh budaya betawi. Salah satu yang menarik yaitu kesenian Gong Sibolong yang merupakan kesenian asli Depok.
  7. Sarana Komunikasi
    Sarana komunikasi sudah sangat maju dan merata. Selain itu terdapat satu buah Stasiun Radio yaitu Ria FM





Kecamatan Sukmajaya






Kecamatan Cimanggis



Kecamatan Cimanggis berada di wilayah Depok sebelah timur. Pemanfaatan tanah terluas untuk pemukiman / perumahan sebesar 3.392.600 Ha, untuk industri 294.841 Ha, selebihnya digunakan sebagai perkebunan, tegalan, kuburan, dll. Dengan luas wilayah sebesar ± 5.111.596 Ha, Kec. Cimanggis terbagi dalam 13 kelurahan yaitu:
  1. Kelurahan Cilangkap
  2. Kelurahan Tugu
  3. Kelurahan Cisalak Pasar
  4. Kelurahan Sukatani
  5. Kelurahan Cimpaeun
  6. Kelurahan Leuwinanggung
  7. Kelurahan Pasir Gunung Selatan
  8. Kelurahan Jati Jajar
  9. Kelurahan Tapos
  10. Kelurahan Sukamaju Baru
  11. Kelurahan Mekar Sari
  12. Kelurahan Harja Mukti
  13. Kelurahan Curug

Berada pada ketinggian ± 115 m di atas permukaan laut daerah ini mempunyai curah hujan rata-rata 200,91 mm/tahun.

Perekonomian
Kegiatan perdagangan di Kec. Cimanggis terus mengalami perkembangan. Saat ini terdapat 8 buah pasar swalayan, 3 buah pasar umum, 2.667 buah toko / kios dan 8 buah bank. Sementara untuk perindustrian, terdapat 14 buah industri besar, 31 buah industri sedang yag menyerap tenaga kerja 27.389 orang dan industri kecil sebanyak 56 buah dengan tenaga kerja sebanyak 166 orang.

Sarana Prasarana
  1. Pendidikan
    Terdapat 65 buah TK, 96 SD / MI, 4 buah SLTPN, 33 SLTP Swasta, 1 buah SMUN, 13 buah SMU Swasta dan 2 buah akademi serta 2 buah Perguruan Tinggi Swasta.
  2. Rekreasi
    Ada 2 buah lokasi yang dapat menjadi tujuan untuk berwisata yaitu Taman Bunga dan Pusdika. Selain itu di tempat tersebut terdapat pula Perpustakaan Nasional dan Gedung Pertemuan Pandan Sari.
  3. Penginapan
    Hanya ada 1 hotel di kecamatan ini yaitu Hotel Genggong yang terletak di Jalan Raya Jakarta Bogor Km. 31,5.
  4. Seni Budaya
    Kesenian setempat cukup kuat bertahan dan dilestarikan oleh 4 grup kesenian yaitu : Topeng Cisalak juga sering disebut Topeng Blantek yang merupakan cikal bakal Topeng Betawi, Kesenian Degung, Campur Sari Mustika Laras dan Kesenian Hadrah.
  5. Kesehatan
    Terdapat 3 RSU, yaitu : RS Tugu Ibu, RS Setia Bhakti dan RS Tumbuh Kembang. Selain itu 6 buah puskesmas, 22 BKIA, 96 dokter praktek dan 3 Rumah Bersalin siap melayani kebutuhan kesehatan warga Cimanggis.
  6. Olahraga
    Lapangan Golf Esmeralda
  7. Transportasi
    Terdapat 2 sub terminal yaitu Pangkalan Cisalak dan Leuwinanggung yang siap membawa penumpang ke berbagai jurusan
avatar
vortex
Sekretaris Wagub
Sekretaris Wagub

Male Jumlah posting : 2912
Age : 66
Lokasi : Lab. Santet
Reputasi : 0
Nilai : 3514
Registration date : 15.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by vortex on Sun Nov 02 2008, 01:07

Sejarah Depok


Dulu, Pondok Cina hanyalah hamparan perkebunan dan semak-semak belantara yang bernama Kampung Bojong. Awalnya hanya sebagai tempat transit pedagang-pedagang Tionghoa yang hendak berjualan di Depok. Lama-lama menjadi pemukiman, yang kini padat sebagai akses utama Depok-Jakarta.

Kota Madya Depok (dulunya kota administratif) dikenal sebagai penyangga ibukota. Para penghuni yang mendiami wilayah Depok sebagian
besar berasal dari pindahan orang Jakarta. Tak heran kalau dulu muncul pameo singkatan Depok: Daerah Elit Pemukiman Orang Kota. Mereka banyak mendiami perumahan nasional (Perumnas), membangun rumah ataupun membuat pemukiman baru.

Pada akhir tahun 70-an masyarakat Jakarta masih ragu untuk mendiami wilayah itu. Selain jauh dari pusat kota Jakarta, kawasan Depok masih sepi dan banyak diliputi perkebunan dan semak belukar. Angkutan umum masih jarang, dan mengandalkan pada angkutan kereta api. Seiring dengan perkembangan zaman, wajah Depok mulai berubah. Pembangunan di sana-sini gencar dilakukan oleh pemerintah setempat. Pusat hiburan seperti Plaza, Mall telah berdiri megah. Kini Depok telah menyandang predikat kotamadya dimana selama 17 tahun menjadi Kotif.

Menurut cerita, awalnya Depok merupakan sebuah dusun terpencil ditengah hutan belantara dan semak belukar. Pada tanggal 18 Mei 1696 seorang pejabat tinggi VOC, Cornelis Chastelein, membeli tanah yang meliputi daerah Depok serta sedikit wilayah Jakarta Selatan dan Ratujaya, Bojonggede. Di sana ditempatkan budak-budak dan pengikutnya bersama penduduk asli. Tahun 1871 Pemerintahan Belanda menjadikan daerah Depok sebagai daerah yang memiliki karesidenan sendiri. Sebagai daerah baru, Depok menarik minat pedagang-pedagang Tionghoa untuk berjualan di sana. Namun Cornelis Chastelein pernah membuat peraturan bahwa orang-orang Cina tidak boleh tinggal di kota Depok. Mereka hanya boleh berdagang, tapi tidak boleh tinggal. Ini tentu menyulitkan mereka. Mengingat saat itu perjalanan dari Depok ke Jakarta bisa memakan waktu setengah hari. Untuk mengatasi kesulitan transportasi, pedagang-pedagang tersebut membuat termpat transit di luar wilayah Depok, yang bernama Kampung Bojong. Mereka berkumpul dan mendirikan pondok-pondok sederhana di sekitar wilayah tersebut. Dari sini mulai muncul nama Pondok Cina.
avatar
vortex
Sekretaris Wagub
Sekretaris Wagub

Male Jumlah posting : 2912
Age : 66
Lokasi : Lab. Santet
Reputasi : 0
Nilai : 3514
Registration date : 15.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by vortex on Sun Nov 02 2008, 01:11

DEPOK TEMPO DULU


Depok zaman prasejarah

Penemuan benda bersejarah di wilayah Depok dan sekitarnya menunjukkan bahwa Depok telah berpenghuni sejak zaman prasejarah. Penemuan tersebut itu berupa Menhir "Gagang Golok", Punden berundak "Sumur Bandung", Kapak Persegi dan Pahat Batu, yang merupakan peninggalan zaman megalit. Juga penemuan Paji Batu dan sejenis Beliung Batu yang merupakan peninggalan zaman Neolit.

Depok Zaman Padjajaran

Pada abad ke-14 Kerajaan Padjajaran diperintah seorang raja yang diberi gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan, yang lebih dikenal dengan gelar Prabu Siliwangi. Di sepanjang Sungai Ciliwung terdapat beberapa kerajaan kecil di bawah kekuasaan kerajaan ini, diantaranya Kerajaan Muara Beres. Sampai Karadenan terbentang benteng yang sangat kuat sehingga mampu bertahan terhadap serangan pasukan Jayakarta yang dibantu Demak, Cirebon dan Banten.

Depok berjarak sekitar 13 km sebelah utara Muara Beres. Jadi wajar apabila Depok dijadikan front terdepan tentara Jayakarta saat berperang melawan Padjajaran. Hal itu dibuktikan dengan:
Masih terdapatnya nama-nama kampung atau desa yang menggunakan bahasa Sunda antara lain Parung Serang, Parung Belimbing, Parung Malela, Parung Bingung, Cisalak, Karang Anyar dan lain-lain.
Dr. NJ. Krom pernah menemukan cincin emas kuno peninggalan zaman Padjajaran di Nagela, yang tersimpan di Museum Jakarta.
Tahun 1709 Abraham Van Riebeck menemukan benteng kuno peninggalan kerajaan Padjajaran di Karadenan.
Di rumah penduduk Kawung Pundak sampai sekarang masih ditemukan senjata kuno peninggalan zaman Padjajaran. Senjata ini mereka terima turun-temurun.

Depok Zaman Islam

Pengaruh Islam masuk ke Depok diperkirakan pada 1527, dan masuknya agama Islam di Depok bersamaan dengan perlawanan Banten dan Cirebon setelah Jayakarta direbut Verenigde Oost-lndische Compagnie (VOC) yang pada waktu itu berkedudukan di Batavia. Hubungan Banten dan Cirebon setelah Jayakarta direbut VOC harus melalui jalan darat. Jalan pintas terdekat yaitu melalui Depok. Karena itu tidaklah mengherankan kalau di Sawangan dan banyak peninggalan-peninggalan tentara Banten berupa :
Kramat Beji yang terletak antara Perumnas Depok I dan Depok Utara. Di sekitar tempat itu terdapat tujuh sumur dan sebuah bangunan kecil yang terdapat banyak sekali senjata kuno seperti keris, tombak dan golok peninggalan tentara Banter saat melawan VOC. Dapat disimpulkan bahwa orang-orang yang tinggal di daerah itu bukanlah petani melainkan tentara pada jamannya. Informasi dari Kuncen turun temurun, bahwa tempat itu sering diadakan pertemuan antara tentara kerajaan Banten dan Cirebon. Di tempat itu biasanya diadakan latihar bela diri dan pendidikan agama yang sering disebut padepokan. Kemungkinan nama Depok juga bersumber dari Padepokan Beji.
Di Pandak (Karadenan) terdapat masjid kuno yang merupakan masjid pertama di Bogor. Lokasi masjid ini dengan Bojong Gede hanya terhalang Sungai Ciliwung. Masjid ini dibangun Raden Safe'i cucu Pangeran Sangiang bergelar Prabu Surawisesa, yang pernah menjadi raja mandala di Muara Beres. Di rumah-rumah penduduk sekitar masjid ini masih terdapat senjata-senjata kuno dan beberapa buah kujang peninggalan zaman Padjajaran. Jadi masjid dibangun tentara padjajaran yang masuk Islam kurang lebih tahun 1550.
Di Bojong Gede terdapat makam Ratu Anti atau Ratu Maemunah, seorang prajurit Banten yang berjuang melawan padjajaran di kedungjiwa. Setelah perang selesai suaminya (raden pakpak) menyebarkan agama Islam di Priangan, sedangkan ratu anti sendiri menetap di bojonggede sambil menyebarkan agama Islam sampai meninggal.

Depok Zaman Kolonial

"...Maka hoetan jang laen jang disabelah timoer soengei Karoekoet sampai pada soengei besar, anakkoe Anthony Chastelein tijada boleh ganggoe sebab hoetan itoe misti tinggal akan goenanya boedak-boedak itoe mardaheka, dan djoega mareka itoe dan toeroen-temoeroennja tijada sekali-sekali boleh potong ataoe memberi izin akan potong kajoe dari hoetan itoe boewat penggilingan teboe... dan mareka itoe tijada boleh bikin soewatoe apa djoega jang boleh djadi meroesakkan hoetan itoe dan kasoekaran boeat toeroen-temoeroennja,..."

Penggalan kalimat dengan ejaan van Ophuijsen itu adalah hasil terjemahan Bahasa Belanda kuno dari surat wasiat tertanggal 14 Maret 1714 yang ditulis tangan Cornelis Chastelein, seorang Belanda, tuan tanah eks pegawai (pejabat) Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC). Tiga bulan kemudian Chastelein meninggal dunia, persisnya 28 Juni 1714. Cornelis Chastelein itulah yang disebut cikal bakal berdirinya Kota Depok sekarang. Di bawah wewenang Kerajaan Belanda ketika itu (1696), ia diizinkan membeli tanah yang luasnya mencakup Depok sekarang, ditambah sedikit wilayah Jakarta Selatan plus Ratujaya, Bojong Gede, Kabupaten Bogor sekarang.

Meneer Belanda itu menguasai tanah kira-kira luasnya 1.244 hektare, setara dengan wilayah enam kecamatan zaman sekarang. Yang menarik dari surat wasiatnya, ia melukiskan Depok waktu itu yang dihiasi sungai, hutan, bambu rimbun, dan sengaja ditanam, tidak boleh diganggu.

Sungai Krukut yang disebut-sebut dalam surat wasiat itu boleh jadi berhubungan dengan wilayah Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok sekarang, persisnya di selatan Cinere. Jika ada penggilingan tebu, niscaya ada tanaman tebu. Pastilah tanaman tebu itu terhampar luas dengan pengairan cukup. Bisa dibayangkan betapa elok Depok waktu itu.

Depok dan Bogor menjadi wilayah kekuasaan VOC sejak 17 April 1684, yaitu sejak ditandatanganinya perjanjian antara sultan haji dari Banten dengan VOC. Pasal tiga dari perjanjian tersebut adalah Cisadane sampai ke hulu menjadi batas wilayah kesultanan Banten dengan wilayah kekuasaan VOC.

Saat pemerintahan Daendels, banyak tanah di Pulau Jawa dijual kepada swasta, sehingga muncullah tuan tanah-tuan tanah baru. Di daerah Depok terdapat tuan tanah Pondok Cina, Tuan Tanah Mampang, Tuan Tanah Cinere, Tuan Tanah Citayam dan Tuan Tanah Bojong Gede.

Pada masa kejayaan VOC sejak akhir abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-18 hampir semua orang Belanda di Batavia dan sekitarnya yang kaya raya memiliki sejumlah besar pekerja. Tumbuh kembangnya jumlah pekerja antara lain disebabkan kemenangankemenangan yang diraih VOC atau Belanda dalam menguasai suatu daerah, yang kemudian diangkut ke Pulau Jawa.

Pada era tersebut, hidup seorang tuan tanah dermawan yang juga menaruh perhatian besar terhadap perkembangan agama Kristen di Batavia dan sekitarnya. Beliau adalah Cornelis Chastelein yang menjadi anggota Read Ordinair atau pejabat pengadilan VOC. Ayahnya Antonie Chastelein, adalah seorang Perancis yang menyeberang ke Belanda dan bekerja di VOC. Ibunya Maria Cruidenar, putri Wali Kota Dordtrecht. Sinyo Perancis-Belanda ini menikah dengan noni holland Catharina Van Vaalberg. Pasangan ini memiliki seorang putra, Anthony Chastelein, dan kawin dengan Anna De Haan.

Saat menjabat pegawai VOC, kariernya cepat melejit. Namun, saat terjadi perubahan kebijakan karena pergantian Gubernur Jenderal VOC dari J. Camphuys ke tangan Willem Van Outhorn, ia hengkang dari VOC. Sebagai agamawan fanatik, Cornelis tidak senang melihat praktek kecurangan VOC. Borok-borok moral serta korupsi di segala bidang lapisan pihak Kompeni Belanda selaku penguasa sangat bertentangan dengan hati nurani penginjil ini. Maka ia tetap bersikukuh keluar dari VOC, beberapa saat sebelum Gubernur Jenderal VOC Johannes Camphuys mengalihkan jabatannya kepada Willem Van Outhorn.

Pada 18 Mei 1696, ia membeli tiga bidang tanah di hutan sebelah selatan Batavia yang hanya bisa dicapai melalui Sungai Ciliwung dan jalan setapak. Ketiga bidang tanah itu terletak di 6ilangan Mampang, Karanganyar, dan Depok. Tahun itu juga, ia mulai menekuni bidang pertanian di bilangan Seringsing (Serengseng).

Untuk menggarap lahan pertaniannya yang luas itu, ia mendatangkan pekerja dari Bali, Makassar, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Ternate, Kei, Jawa, Batavia, Pulau Rate, dan Filipina. Semuanya berjumlah sekitar 120 orang. Atas permintaan ayahnya dulu, ia pun menyebarkan agama Kristen kepada para budaknya. Perlahan muncul di sini sebuah padepokan Kristiani yang disebut De Eerste Protestante Organisatie van Kristenen, disingkat Depok. Semboyan mereka Deze Einheid Predikt Ons Kristus yang juga disingkat Depok.

Menjelang ajalnya, 13 Maret 1714, Cornelis Chastelein menulis wasiat berisi antara lain, mewariskan tanahnya kepada seluruh pekerjanya yang telah mengabdi kepadanya sekaligus menghapus status pekerja menjadi orang merdeka. Setiap keluarga bekas pekerjanya memperoleh 16 ringgit. Hartanya berupa 300 kerbau pembajak sawah, dua perangkat gamelan berlapis emas, 60 tombak perak, juga dihibahkannya kepada bekas pekerjanya. Pada 28 juni 1714 Cornelis Chastelein meninggal dunia, meninggalkan bekas budaknya yang telah melebur dalam 12 marga yaitu Jonathans, Leander, Bacas, Loen, Samuel, Jacob, Laurens, Joseph, Tholens, Isakh, Soediro, dan Zadhoks. Marga itu kini hanya tinggal 11 buah karena marga Zadoks telah punah.

Anthony, putra Cornelis Chastelein, meninggal pada 1715, satu tahun setelah ayahnya meninggal. Istri Anthony kemudian menikah dengan Mr. Joan Francois De Witte Van Schooten, anggota dari Agtb. Raad van Justitie des casteels Batavia.

Di Depok saat ini masih terdapat Lembaga Cornelis Chastelein (LCC) yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial. Lembaga itu dibentuk 4 Agustus 1952 dihadapan Notaris Soerojo dengan perwakilan diantaranya J.M Jonathans dan F.H Soedira.

Sementara itu, keturunan pekerja yang dimerdekakan Cornelis Chastelein itu biasa disebut Belanda Depok. Namun RM Jonathans, salah satu tokoh YLCC menyebut julukan itu tidak kondusif, seolah olah memberi pembenaran bahwa komunitas tadi merupakan representasi masyarakat Belanda yang ada di Indonesia, yang ketika itu menjajah Indonesia.

Sejak saat ini Depok terus bertumbuh dan berkembang menjadi kawasan hunian yang ramai. Pada 1871 pemerintah Hindia Belanda memutuskan menjadikan Depok wilayah otonom sendiri. Sejak itu, Depok yang kala itu telah memiliki daerah teritorial sekitar 1.249 hektare, diperintah seorang residen sebagai Badan Pemerintahan Depok tertinggi.

Depok Zaman Jepang

Setelah Jepang menyerah kepada sekutu, HEIHO dan Pembela Tanah Air (PETA) dibubarkan. Putra-putri HEIHO dan PETA kembali ke kampungnya. Mereka diperbolehkan membawa perlengkapan kecuali senjata. Diproklamirkannya Indonesia pada 17 Agustus 1945, para pemuda Depok khususnya bekas HEIHO clan PETA terpanggil hatinya untuk berjuang. Pada September 1945 diadakan rapat yang pertama kali di sebuah rumah di Jaian Citayam (sekarang Jalan Kartini). Hadir saat itu seorang bekas PETA (Tole lskandar), tujuh orang bekas HEIHO dan 13 pemuda Depok lainnya.

Pada rapat tersebut diputuskan dibentuk barisan keamanan Depok yang seluruhnya berjumlah 21 orang dengan komandannya Tole Iskandar. Ke-21 orang inilah sebagai cikal bakal perjuangan di Depok.

Terbentuknya Kota Administratif Depok

Waktu terus bergulir seiring pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tahun 1976, permukiman warga mulai dibangun dan berkembang terus hingga akhirnya pada tahun 1981 Pemerintah membentuk Kota Administratif (Kotif) Depok. Pembentukan Kotif Depok itu diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri, yang saat itu dijabat oleh H Amir Mahmud.

Bersamaan dengan perubahan status tersebut, berlaku pula Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia No 43 tahun 1981, tentang pembentukan Kotif Depok yang meliputi tiga Kecamatan. Yakni, Kecamatan Pancoran Mas, Kecamatan Beji, dan Kecamatan Sukmajaya. Ketiga Kecamatan itu memiliki luas wilayah 6.794 hektare dan terdiri atas 23 Kelurahan.

Lantaran tingginya tingkat kepadatan penduduk yang secara administratif telah mencapai 49 orang per hektare dan secara fungsional mencapai 107 orang per hektare, pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, yaitu 6,75 persen per tahun, dan pemikiran regional, nasional, dan Internasional akhirnya konsep pengembangan Kotif Depok mulai dirancang menuju kerangka Kota Depok

Untuk memenuhi tuntutan tersebut, maka diperlukan beragam upaya perwujudan organisasi yang memiliki otonom sendiri, yaitu Kota Madya Depok atau Kota Depok.

Terbentuknya Kota Depok

Pesatnya perkembangan dan tuntutan aspirasi masyarakat yang kian mendesak, tuntutan Depok menjadi kotamadya menjadi semakin maksimum. Di sisi lain Pemda Kabupaten Bogor bersama pemda Propinsi Jawa Barat memperhatikan perkembangan tersebut, dan mengusulkan kepada Pemerintah Pusat dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Memperhatikan aspirasi masyarakat sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan DPRD Kabupaten Bogor, 16 Mei 1994, Nomor 135/SK, DPRD/03/1994 tentang Persetujuan Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Keputusan DPRD Propinsi Jawa Barat, 7 Juli 1997 Nomor 135/Kep, Dewan.06IDPRD/1997 tentang Persetujuan Pembentukan Kota Madya Daerah Tingkat II Depok maka pembentukan Kota Depok sebagai wilayah administratif baru ditetapkan berdasarkan Undang-Undang No. 15 tahun 1999, tentang pembentukan Kota Madya Daerah Tk. II Depok yang ditetapkan pada 20 April 1999.

Kota Depok itu sendiri diresmikan 27 April 1999 berbarengan dengan pelantikan Pejabat Wali Kota Madya Kepala Daerah Tk. I I Depok, Drs. H. Badrul Kamal, yang pada waktu itu menjabat sebagai Wali Kota Administratif Depok.

Momentum peresmian kotamadya ini dapat dijadikan landasan bersejarah dan tepat dijadikan hari jadi kota Depok. Wilayah Kota Depok diperluas ke Kabupaten Bogor lainnya, yaitu Kecamatan Limo, Kecamatan Cimanggis, Kecamatan Sawangan dan sebagian Kecamatan Bojong Gede yang terdiri dari Desa Bojong Pondok Terong, Ratujaya, Pondok Jaya, Cipayung, dan Cipayung Jaya. Hingga kini wilayah Depok terdiri dari enam kecamatan terbagi menjadi 63 kelurahan, 772 RW, 3.850 RT serta 218.095 Rumah Tangga.

Depok menjadi salah satu wilayah termuda di Jawa Barat dengan luas wilayah sekitar 207.006 km2 yang berbatasan dengan tiga kabupaten dan satu provinsi.

Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Ciputat Kabupaten Tangerang dan masuk wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, dan Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Cibinong dan Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Parung dan Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor.



sumber: monitor depok
avatar
vortex
Sekretaris Wagub
Sekretaris Wagub

Male Jumlah posting : 2912
Age : 66
Lokasi : Lab. Santet
Reputasi : 0
Nilai : 3514
Registration date : 15.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by cute_izna on Sun Nov 02 2008, 01:43

wow baru tau aq sejarahnya wah?? ternyata juga penuh legenda yak He3x...
pengen liat pictnya depok tempoe doeloe nih om vortex Sedih bisa uploadin ga???
maksih bgt buat om portek lah love love love
avatar
cute_izna
Ketua RT
Ketua RT

Female Jumlah posting : 392
Age : 30
Lokasi : Solo, Madiun Kota Gadiz
Reputasi : 0
Nilai : 3445
Registration date : 21.04.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by vortex on Sun Nov 02 2008, 01:59

blm nemu tuh iz..
btw, emnk lo tau depok iz? seneng
avatar
vortex
Sekretaris Wagub
Sekretaris Wagub

Male Jumlah posting : 2912
Age : 66
Lokasi : Lab. Santet
Reputasi : 0
Nilai : 3514
Registration date : 15.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by cute_izna on Sun Nov 02 2008, 02:06

jah..... wah??
pernah liat di tipi om malu...
avatar
cute_izna
Ketua RT
Ketua RT

Female Jumlah posting : 392
Age : 30
Lokasi : Solo, Madiun Kota Gadiz
Reputasi : 0
Nilai : 3445
Registration date : 21.04.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by vortex on Sun Nov 02 2008, 02:10

walah..
kirain prnh ke depok ato pnya sodara di depok.. seneng
avatar
vortex
Sekretaris Wagub
Sekretaris Wagub

Male Jumlah posting : 2912
Age : 66
Lokasi : Lab. Santet
Reputasi : 0
Nilai : 3514
Registration date : 15.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by cute_izna on Sun Nov 02 2008, 02:24

pernah om depok, sleman di jogja He3x...
beda yak malu...
avatar
cute_izna
Ketua RT
Ketua RT

Female Jumlah posting : 392
Age : 30
Lokasi : Solo, Madiun Kota Gadiz
Reputasi : 0
Nilai : 3445
Registration date : 21.04.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by vortex on Sun Nov 02 2008, 02:29

wakakakak...
td sblmnya sbnrnya gw mo nulis: "tapi ini bkn depok yg di jogja lho.." seneng
avatar
vortex
Sekretaris Wagub
Sekretaris Wagub

Male Jumlah posting : 2912
Age : 66
Lokasi : Lab. Santet
Reputasi : 0
Nilai : 3514
Registration date : 15.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by cute_izna on Sun Nov 02 2008, 02:31

jah kok jadi punya kesamaan sih om malu...
maknya uploadin pict nya depok om biar ane bisa liat epok kek gmana =
avatar
cute_izna
Ketua RT
Ketua RT

Female Jumlah posting : 392
Age : 30
Lokasi : Solo, Madiun Kota Gadiz
Reputasi : 0
Nilai : 3445
Registration date : 21.04.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by BUZZ on Mon Nov 03 2008, 16:40

Wah gw didepok cuma singgah 5 taon... bingung

Itu juga karena kuliah ga lulus2 Hacrutz! Hacrutz!

Ternyata begono yah depok...

Set dah mantepp juga depok tempo dulu cape deeeeh cape deeeeh

Mkch OJ dah dksh tw sejarah kota kelahiran benyamin wew!! wew!!
avatar
BUZZ
Asisten RW
Asisten RW

Male Jumlah posting : 474
Age : 72
Lokasi : DEPOK
Reputasi : 0
Nilai : 3385
Registration date : 20.06.08

Lihat profil user http://psyechogenius.wen.ru

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by ajunkz on Tue Nov 04 2008, 10:26

WAHDUUHHH LAGI AD PELAJARAN SEJARAH YAA lol! seneng

ajunkz
Hansip
Hansip

Male Jumlah posting : 73
Age : 28
Lokasi : jogja
Reputasi : 0
Nilai : 3342
Registration date : 02.08.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by boysexc on Thu Nov 06 2008, 16:26

malu... wah vortek tau bgt ttg sejarah depok

apa jgn2 dah idup di jaman Megalit meler meler cape deeeeh

ckikikcickcikkikikik seneng seneng seneng
avatar
boysexc
Asisten RT
Asisten RT

Male Jumlah posting : 190
Age : 28
Lokasi : in heart
Reputasi : 0
Nilai : 3445
Registration date : 23.04.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by brandalmalam on Fri Nov 07 2008, 02:10

seneng mantap dah...
avatar
brandalmalam
Calon Camat
Calon Camat

Male Jumlah posting : 1182
Age : 30
Lokasi : jakbar/jogja
Reputasi : 0
Nilai : 3383
Registration date : 22.06.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by joedy_alonso on Sun Nov 09 2008, 03:27

He3x... hebat om vorteg tau sejarah na....
mantan penjajah ia om wew!!
avatar
joedy_alonso
Lurah
Lurah

Male Jumlah posting : 973
Age : 32
Lokasi : jakarta - Bandung
Reputasi : 0
Nilai : 3358
Registration date : 17.07.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by candra on Fri Dec 05 2008, 12:03

love love love baru tau w depok kayak ginih ya love love love
avatar
candra
Calon Ketua RT
Calon Ketua RT

Male Jumlah posting : 236
Age : 34
Lokasi : DEPOK SAUNG
Reputasi : 0
Nilai : 3392
Registration date : 13.06.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by gtr. on Sun Dec 07 2008, 01:07

wah kpn bs mampir yah seneng
avatar
gtr.
Calon Camat
Calon Camat

Male Jumlah posting : 1207
Age : 32
Lokasi : recycle bin
Reputasi : 0
Nilai : 3295
Registration date : 18.09.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Depok

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik