Profil dan Sejarah Kota Bekasi

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Profil dan Sejarah Kota Bekasi

Post by vortex on Sat Nov 08 2008, 15:27

Selamat Datang Di Kota Bekasi...



Visi dan Misi
Visi
"Mewujudkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang kredibel,kapabel dan akseptabel yang menjunjung tinggi nilai nilai demokrasi serta keadilan maupun kesejahteraan rakyat dalam wadah NKRI"

Misi
  1. Menampung dan memperjuangkan aspirasi rakyat dalam pembuatan kebijakan pemerintah
  2. Meningkatkan kualitas sumber daya DPRD
  3. Meningkatkan pelaksanaan fungsi legalisasi,pengwasan dan budgeting
  4. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembuatan peraturan daerah serta peran Sekretariat Daerah
  5. Meingkatkan transparasi penyelenggaraan pemerintah di daerah


Lambang Daerah Kota Bekasi

Melalui Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor : 01 Tahun 1998 disahkanlah lambang daerah Kota Bekasi. Lambang tersebut berbentuk perisai dengan warna dasar hijau muda dan biru langit yang berarti harapan masa depan dan keluasan wawasan serta jernih pikiran. Sesanti " KOTA PATRIOT " artinya adalah semangat pengabdian dalam perjuangan bangsa.

Di dalam Lambang Daerah tersebut terdapat lukisan-lukisan yang merupakan unsur-unsur sebagai berikut:
  1. Bambu runcing berujung lima yang berdiri tegak dengan kokoh mempunyai 2 (dua) makna :
    1. Melambangkan hubungan vertikal Mahluk dengan Khaliknya (Manusia dengan Tuhannya) yang mencerminkan masyarakat Bekasi yang religius.
    2. Melambangkan semangat patriotisme rakyat Bekasidalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa dan Negara yang tidak kenal menyerah sehingga Bekasi menyandang predikat sebagai Kota Patriot.

  2. Perisai segi lima melambangkan ketahanan fisik dan mental masyarakat Bekasi dalam menghadapi segala macam ancaman, gangguan, halangan dan tantangan yang datang dari manapun juga terhadap kelangsungan hidup Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
  3. Segi empat melambangkan Prasasti Perjuangan Kerawang Bekasi.
  4. Pilar Batas Wilayah.
  5. Padi dan Buah-buahan melambangkan jumlah Kecamatan dan Kelurahan / Desa pada saat membentuk Kota Bekasi.
    1. Buah-buahan berjumlah 7 (tujuh) besar dan 1 (satu) kecil melambangkan 7 Kecamatan ; Pondok Gede, Jati Asih, Bantar Gebang, Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Bekasi Barat dan Bekasi Utara serta 1 Kecamatan Pembantu ; Jati Sampurna.
    2. Padi berjumlah 50 (lima puluh) butir melambangkan 50 Kelurahan / Desa.

  6. Tali Simpul berjumlah 10 (sepuluh) yang mengikat ujung tangkai padi dan buah-buahan melambangkan tanggal Hari Jadi, 3 (tiga) buah Anak Tangga penyangga Bambu Runcing melambangkan bulan Hari Jadi Kota Bekasi.
  7. Dua baris Gelombang Laut atau Riak Air melambangkan dinamika Masyarakat dan Pemerintah Daerah yang tidak akan pernah berhenti membangun Daerah dan Bangsanya.


Sedangkan warna-warna dalam Lambang Daerah mengandung makna sebagai berikut :

Kuning : Kemuliaan dan menunjukkan daerah Pemukiman.
Biru Langit : Keluasan wawasan dan kejernihan pikiran serta menunjukkan zone Industri.
Putih : Kesucian perjuangan.
Merah : Keberanian untuk berkorban serta menunjukkan daerah Pertanian dan Hortikultura.
Hijau Muda : Harapan masa depan serta menunjukkan daerah Pertanian dan Hortikultura
Hitam : Ketegaran patriot sejati.
avatar
vortex
Sekretaris Wagub
Sekretaris Wagub

Male Jumlah posting : 2912
Age : 66
Lokasi : Lab. Santet
Reputasi : 0
Nilai : 3514
Registration date : 15.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Bekasi

Post by vortex on Sat Nov 08 2008, 15:37

Sejarah Kota Bekasi


Pemerintah Kota Bekasi secara geografis termasuk propinsi Jawa Barat. Dalam perkembangannya dari masa ke masa memiliki sejarah yang panjang dan penuh makna. Dan keberadaannya tak dapat dipisahkan dari sejarah terbentuknya Kabupaten Bekasi.

Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, itulah sebutan Bekasi tempo dulu sebagai Ibukota Kerajaan Tarumanagara (358-669). Luas Kerajaan ini mencakup wilayah Bekasi, Sunda KElapa, Depok, Cibinong, Bogor hingga ke wilayah Sungai Cimanuk di Indramayu. Menurut para ahli sejarah dan fisiologi, leatak Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri sebagai Ibukota Tarumanagara adalah di wilayah Bekasi sekarang.

Dayeuh Sundasembawa inilah daerah asal Maharaja Tarusbawa (669-723 M) pendiri Kerajaan Sunda dan seterusnya menurunkan Raja-Raja Sunda sampai generasi ke-40 yaitu Ratu Ragumulya (1567-1579 M) Raja Kerajaan Sunda (disebut pula Kerajaan Pajajaran) yang terakhir. Wilayah Bekasi tercatat sebagai daerah yang banyak memberi infirmasi tentang keberadaan Tatar Sunda pada masa lampau. Diantaranya dengan ditemukannya empat prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Kebantenan. Keempat prasasti ini merupakan keputusan (piteket) dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, Jayadewa 1482-1521 M) yang ditulis dalam lima lembar lempeng tembaga. Sejak abad ke 5 Masehi pada masa Kerajaan Tarumanagara abad kea 8 Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Pajajaran pada abad ke 14, Bekasi menjadi wilayah kekuasaan karena merupakan salah satu daerah strategis, yakni sebagai penghubung antara pelabuhan Sunda Kelapa (Jakarta).


Adalah Kota Bekasi sebuah kota yang terletak di sebelah timur Jakarta yang berbatasan dengan Jakarta di barat, Kabupaten Bekasi di utara dan timur, Kabupaten Bogor di selatan, serta Kota Depok di sebelah barat daya. Bekasi merupakan salah satu kota penyangga Ibukota Negara Indonesia Jakarta selain Tangerang, Bogor, dan Depok. Kota Bekasi juga dikenal sebagai tempat tinggal para komuter yang bekerja di Jakarta. Jumlah Penduduknya sekitar 1.932.000 (2003)· Kepadatan 9.178 jiwa/kmē dengan luas 210,49 km2.

Dari perkembangan Kota Bekasi dari waktu ke waktu—mulai sejak zaman Hindia Belanda, pendudukan militer Jepang, perang kemerdekaan hingga terbentuknya Republik Indonesia saat ini—Kota Bekasi terlihat dinamis.

A. Bekasi Pada Jaman Belanda
Pada zaman Belanda, wilayah Bekasi hanya merupakan kewedanaan(district) yang termasuk regenshaf (kabupaten) Meester Cornelis. Saat itu, kehidupan sistem kemasyarakatan, khususnya di sektor ekonomi dan pertanian didominasi atau dikuasai oleh para tuan tanah keturunan Cina. Sehingga, dengan kondisi tersebut, seolah-olah Bekasi memiliki bentuk pemerintahan ganda; yaitu pemerintahan tuan tanah dan/di dalam pemerintahan colonial. Kondisi ini berlangsung hingga kependudukan Jepang.

B. Bekasi pada Zaman Pendudukan Militer Jepang
Tepatnya pada bulan Maret 1942, pemeritah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada bala tentara Dai Nippon. Tentara pendudukan Jepang melakukan Japanisasi di seluruh sektor kehidupan, termasuk mengganti nama Batavia dengan Jakarta. Dan Regenschap Meester Cornelis berubah menjadi Ken Jatinegara. Di mana batas wilayahnya meliputi Gun Bekasi, Gun Cikaran, dan Gun Matraman.

C. Bekasi Zaman Perang Kemerdekaan
Setelah proklamasi kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945, struktur pemerintahan Bekasi kembali berubah nama. Ken menjadi Kabupaten, Gun berubah menjadi Kewedanaan, Son diubah menjadi Kecamatan dan Kun menjadi Desa. Sementara sedung kabupaten Jatinegara yang membawahi kewedanaan Bekasi, saat ini digunakan oleh Kodim 0505 Jakarta Timur. Karena tentara pendudukan sekutu mentukan garis keamanannya hingga ke Warung Jengkol (kini terletak di terminal Pulo Gadung Klender).

Dalam upaya mempertahankan perang melawan gerilya menghadapi agresi Belanda, maka ibukota kabupaten Jatinegara sering berpindah pindah. Pertama, di Tambun, lalu kemudian di Cikaran. Setelah itu, dipindahkan lagi ke Bojong (Kedunggede) saat Rubaya Suryanata Mihardja yang menjabat sebagai bupati kabupaten Bekasi. Kemudian, pada saat pendudukan oleh tentara Belanda, kabupaten Jatinegara dihapus dan kedudukannya dikembalikan seperti zaman Regenschap Meester Cornelis; yaitu menjadi kewedanaan.

D. Bekasi di Tahun 1959 hingga Terbentuknya Kota Bekasi
Sekitar bulan Maret 1949, Taringgul di Purwakarta dijadikan tempat kedudukan residen militer RI daerah V yang dipimpin oleh Letkol Sambas Admadinata sebagai residen dan Mu’min selaku residen militer daerah V. Dan Bupati Kabupaten Jatinegara Mr R Soehanda Oemar berkantor di Gedung Papak Jatinegara, yang diayomi oleh perwira distrik militer Letda R yusuf. Kabupaten Jatinegara pernah berkantor di pabrik sepatu Malino, Gang Binares, Pisangan Lama karena perselisihan antara pihak republik (RI, red) dengan pihak Belanda, yaitu orang Nica.

Pada tanggal 17 Februari 1950, sekitar 40.000 masyarakat Bekasi melakukan unjuk rasa di Alun-alun Bekasi (sekarang ditandai dengan monumen). Rakyat Indonesia, Bekasi itu menyampaikan pernyataan sikapnya pada dunia yang dihadiri oleh Bapak Mu’min selaku Residen Militer Daerah V berserta rombongan. Pertama, bahwa rakyat Bekasi tetap berdiri di belakang pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia (RI). Selanjutnya, rakyat Bekasi mengajukan usul kepada pemerintah pusat agar kabupaten Jatinegara menjadi Kabupaten Bekasi.

Kabupaten Bekasi terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 1950 tertanggal 15 Agustus 1950. Pada saat itu, Kabupaten Bekasi terdiri dari 4 kewedanaan, 13 kecamantan dan 95 desa. Waktu itu kecamatan Cibarusah termasuk wilayah Kabupaten Bekasi. Sekedar diketahui, angka-angka itu terungkap apik di dalam lambang Kabupaten Bekasi. Moto Kabupaten Bekasi, “Swatantara Wibawa Mukti.” Selanjutnya, pada tahun 1960, kantor Kabupaten Bekasi dipindahkan ke Bekasi dari Jatinegara.

Perkembangan pemerintahan RI pada waktu itu menuntut adanya pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat. Maka, pada tahun 1982 Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi Daerah Tingkat II Bekasi dipindahkan oleh Abdul Fatah selaku Bupati ke Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 1, yang sebelumnya berlokasi di Jalan Ir H Juanda.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 1981 Kecamatan Bekasi ditingkatkan statusnya menjadi Kota Administrasif Bekasi yang meliputi 4 kecamatan; Bekasi Barat, Bekasi Selatan, Bekasi Timur, Bekasi Utara. Dari keempat kecamatan itu terdiri 18 kelurahan dan 8 desa. Pemekaran itu dilakukan atas tuntutan masyarakat perkotaan yang memerlukan adanya pelayanan khusus. Pembentukan Kota Administrasi Bekasi digelar pada tanggal 20 April 1982 yang dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Adapun yang menjabat sebagai Walikota Administrasi Bekasi adalah Drs Andi R Sukardi hingga 1988, dan digantikan oleh Drs H Kailani AR.

Dengan adanya konsep Botabek yang didukung oleh Inpres Nomor 13 Tahun 1976 sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan Kota Administrasi Bekasi sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan ibukota negara, DKI Jakarta.

Dengan kondisi itu, maka Kota Administrasi Bekasi dan kecamatan-kecamatan di sekitarnya yang berada di wilayah kerja Kabupaten Bekasi mengalami pertumbuhan yang amat pesat. Sehingga memerlukan peningkatan dan pengembangan sarana dan prasaran sebagai syarat pengelolaan wilayah.

Selain itu, perkembagan yang ada telah menujukkan bahwa Kota Administrasi Bekasi mampu memberikan dukungan penggalian potensi di wilayahnya untuk menyelenggarakan otonomi daerah. Dan untuk mendukung jalannya roda pemerintahan, maka keluarlah UU Nomor 9 Tahun 1996 yang mendukung berubahnya Kota Administrasi Bekasi menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi.

Sedangkan wilayah kerja Eks Kota Administrasi Bekasi meliputi Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Bekasi Barat, Kecamatan Bekasi Selatan, Bekasi Timur dan ditambah wilayah kerja Kecamatan Pondok Gede, Jatiasih Bantar Gebang serta Kecamatan Pembantu Jatisampurna. Kesemuanya itu meliputi 23 desa dan 27 kelurahan. Pejabat Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bekasi dipegang oleh Drs H Kailani AR selama 1 tahun. Selanjutnya, dijabat secara definitif oleh Drs H Nonon Sonthanie yang terhitung sejak tanggal 23 Februari 1998.

Dalam perkembangannya, telah terjadi perubahan jumlah dan status kelurahan/desa. Maka, berdasarkan surat Menteri Dalam Negeri bernomor 140/2848/PUOD tanggal 3 Februari 1998 dan sesuai keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat Nomor 50 Tahun 1998, mengubah status 6 desa menjadi kelurahan, pemecahan 2 kelurahan baru. Sehingga jumlah desa/kelurahan di Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi menjadi 52 desa. Masing-masing 35 jumlah kelurahan dan 17 jumlah desa.

Seiring dengan berlakunya UU Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Otonomi Daerah telah mengubah paradigma penyelenggaraan pemerintah daerah. Atas landasan itu pula nomenklatur pemerintah daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi berubah menjadi Kota Bekasi. Berdasarkan UU Nomor 22/1999, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2000 Tentang Kewenangan Pemerintah dan Provinsi sebagai Daerah Otonomi serta PP Nomor 84 Tahun 2000 Tentang Pedoman Organisasi Pejabat Daerah, telah melahirnya peraturan daerah Nomor 9, 10, 11 dan 12 Tentang Pengaturan Organisasi Perangkat Daerah.

Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat lewat Perda (peraturan daerah) maka terbitlah Perda Nomor 14 Tahun 2000 yang menyesahkan terbentuknya 2 kecamatan baru: Kecamatan Rawa dan Medan Satria. Sehingga Kota Bekasi terdiri atas 10 kecamatan. Dan berdasarkan Perda Kota Bekasi Nomor 02 Tahun 2002 Tentang Penetapan Kelurahan, maka seluruh desa yang ada di Kota Bekasi berubah status menjadi kelurahan, sehingga Pemko (pemerintah kota) Bekasi mempunyai 52 pemerintahan di kelurahan.

Seiring waktu perjalanan Pemko Bekasi mengalami pemekaran kembali. Itu didukung oleh Perda Pemko Bekasi Nomor 4 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Wilayah Administrasi kecamatan dan kelurahan, maka wilayah administrasi Kota Bekasi menjadi 12 kecamatan dan 56 kelurahan. Semua itu ditempuh untuk meningkatkan pelayanan dan mengayomi masyarakat yang ada di wilayah Administrasi Kota Bekasi. Tak lama kemudian, terbitlah Keputusan DPRD Kota Bekasi Nomor 37-174.2/DPRD/2003 tertanggal 22 Februari 2003 tentang penetapan walikota Bekasi dan wakilnya periode 2003-2008. Yang dilanjutkan dengan keputusan Mendagri bernomor: 131.32-113 Tahun 2003 Tentang Pengesahan Walikota Bekasi, Jawa Barat. Dan keputusan Mendagri Nomor: 132.32-114 Tahun 2003 Tentang Pengesahan Walikota Bekasi, Jawa Barat H Akhmad Zurfaih HR, S.Sos yang didampingi oleh Mochtar Mohamad.

Menjelang hari kelahiran (jadi) Pemko Bekasi yang ke-9 tahun 2006, lokasi perkantoran atau pusat ibukota Pemko Bekasi dialihkan ke Jalan Jend. Ahmad Yani Nomor 1 Kecamatan Bekasi Selatan yang sebelumnya berpusat di Jalan Ir Juanda. Alasan pemindahan itu berlandaskan atas persetujuan penetapan pusat ibukota Pemko Bekasi yang disahkan oleh lembaga DPRD Kota Bekasi bernomor: 27/174.2/DPRD/2005 Tentang Persetujuan Pemindahan Pusat Ibukota Pemko Bekasi tertanggal 25 Juni Tahun 2005. Yang diketahui oleh Gubernur Jawa Barat dan Mendagri RI.

Di hari jadi Pemko Bekasi yang ke-10, yang bertepatan tanggal 11 Maret 2007, Pemko Bekasi telah melaksanakan berbagai aktivitas pemerintahan yang berpusat di Jl Jend Ahmad Yani No 1 Bekasi Selatan. Dan kondisi perkantoran representatif sebagai pusat dan pelayanan masyarakat Kota Bekasi.
avatar
vortex
Sekretaris Wagub
Sekretaris Wagub

Male Jumlah posting : 2912
Age : 66
Lokasi : Lab. Santet
Reputasi : 0
Nilai : 3514
Registration date : 15.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Bekasi

Post by brandalmalam on Sat Nov 08 2008, 15:51

seneng om ijin copy paste y.. wew!!
avatar
brandalmalam
Calon Camat
Calon Camat

Male Jumlah posting : 1182
Age : 30
Lokasi : jakbar/jogja
Reputasi : 0
Nilai : 3383
Registration date : 22.06.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Bekasi

Post by vortex on Sat Nov 08 2008, 15:52

silaken bro..
gw jg bole kopas kok.. seneng
avatar
vortex
Sekretaris Wagub
Sekretaris Wagub

Male Jumlah posting : 2912
Age : 66
Lokasi : Lab. Santet
Reputasi : 0
Nilai : 3514
Registration date : 15.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Bekasi

Post by brandalmalam on Sat Nov 08 2008, 16:00

seneng tq om...
avatar
brandalmalam
Calon Camat
Calon Camat

Male Jumlah posting : 1182
Age : 30
Lokasi : jakbar/jogja
Reputasi : 0
Nilai : 3383
Registration date : 22.06.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Bekasi

Post by joedy_alonso on Sun Nov 09 2008, 03:28

I love you mantap....OJ
avatar
joedy_alonso
Lurah
Lurah

Male Jumlah posting : 973
Age : 32
Lokasi : jakarta - Bandung
Reputasi : 0
Nilai : 3358
Registration date : 17.07.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Bekasi

Post by alunmadrid on Wed Nov 19 2008, 20:01

He3x... wejeg..
He3x...
avatar
alunmadrid
Calon Ketua RT
Calon Ketua RT

Male Jumlah posting : 211
Age : 28
Lokasi : bumi
Reputasi : 0
Nilai : 3304
Registration date : 09.09.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Bekasi

Post by ogy on Wed Nov 19 2008, 22:28

wow mantap om jenggot.. wow

ane ijin copas ahh.. meler
avatar
ogy
Hansip
Hansip

Male Jumlah posting : 51
Age : 31
Lokasi : bekasi-ciledug pulang pergi
Reputasi : 0
Nilai : 3386
Registration date : 19.06.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Bekasi

Post by indra.indo on Thu Nov 20 2008, 03:13

kirain dari bekasi juga ampe bisa tau gt cape deeeeh
avatar
indra.indo
Calon Ketua RT
Calon Ketua RT

Male Jumlah posting : 201
Age : 31
Lokasi : bekasi nan sumpek
Reputasi : 0
Nilai : 3254
Registration date : 29.10.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Bekasi

Post by mahdi on Wed Nov 26 2008, 08:38

wew om portex walah??
avatar
mahdi
Calon Lurah
Calon Lurah

Male Jumlah posting : 859
Age : 29
Lokasi : drive C
Reputasi : 0
Nilai : 3281
Registration date : 02.10.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Bekasi

Post by gtr. on Sun Dec 07 2008, 01:20

kpn2 lo da waktu mampir bung k bkasi gw.. He3x...
avatar
gtr.
Calon Camat
Calon Camat

Male Jumlah posting : 1207
Age : 32
Lokasi : recycle bin
Reputasi : 0
Nilai : 3295
Registration date : 18.09.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Bekasi

Post by yosand on Tue Dec 09 2008, 13:14

Wew horas Bekasi
avatar
yosand
Warga Gaul
Warga Gaul

Male Jumlah posting : 40
Age : 27
Lokasi : jogja
Reputasi : 0
Nilai : 3333
Registration date : 11.08.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Profil dan Sejarah Kota Bekasi

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik